BTQ

Latar Belakang

Latar Belakang
Pelaksanaan program baca tulis al-Qur’an (BTQ) di limgkungan kampus IAIIG dan UNUGHA Cilacap dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1

Meningkatkan kompetensi dibidang membaca dan menulis al-Qur’an.

2

Meningkatkan minat dan semangat membaca al-Qur’an.

3

Mengurangi kesenjangan kemampuan baca tulis al-Qur’an antara mahasiswa lulusan sekolah umum dengan para mahasiswa lulusan sekolah agama.

4

Dalam rangka membangun dan mempersiapkan generasi mahasiswa yang unggul, cerdas dan trampil dalam mengimplementasikan ajaran-ajaran yang ada di dalam al-Qur’an.
Aspek historis
Berdasarkan evaluasi program kerja lembaga pusat bahasa LPB IAIIG dan UNUGHA Cilacap pada rapat pengurus pada tanggal 14 April 2017 di ruang rapat kampus IAIIG Cilacap, bahwa masih banyak ditemukan dari kalangan mahasiswa yang perlu pendampingan dan pengawasan khusus, terutama kompetensi membaca dan menulis al-Qur’an yang masih rendah. Salah satu alasannya adalah karena adanya mahasiswa yang berasal dari lulusan sekolah umum dan tidak berbasis pesantren, atau mahasiswa yang sama sekali tidak pernah mengikuti pendidikan berbasis keagamaan. Dengan demikian untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, maka dibuatlah progam baca tulis al-Qur’an (BTQ) yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa dalam rangka untuk mengetahui mahasiswa yang memiliki kemampuan rendah di bidang baca tulis al-Qur’an, kemudian memperbaiki dan meluruskan bacaan Al Qur’annya. Progam baca tukis al-Qur’an (BTQ) ini dikelola langsung oleh LPB IAIIG dan UNUGHA Cilacap.
Aspek Sosiologis
Pengadaan progam baca tulis al-Qur'an (BTQ) di lingkungan kampus IAIIG dan UNUGHA Cilacap pada dasarnya adalah untuk membantu peran orang tua selaku pendidik dan pengajar dirumah, serta membantu peran dosen selaku pendidik dan pengajar di kampus. Selain itu, adanya progam Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) juga dimaksudkan untuk mendukung dan membantu program, visi dan misi kampus untuk menuju tercapainya tujuan menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam ilmu, luhur dalam budi dan kokoh dalam budaya.
Dasar pembuatan program baca tulis al-Qur’an (BTQ)
Al-Qur'an sebagai wahyu yang memuat aturan-aturan dan petunjuk bagi kehidupan manusia dalam segala aspek. Selain dituntut untuk mengetahui dan memahami isi di dalam al-Qur’an, juga harus mempelajari tatacara aturan dan hukum ketika membacanya, agar bagus dan benar ketika membaca. Hal tersebut perlu disosialisasikan ke seluruh lapisan civitas akademika terutama mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

Baca Tulis al-Qur’an (BTQ) adalah salah satu progam LPB IAIIG dan UNUGHA Cilacap sebagai bentuk evaluasi yang diberikan kepada mahasiswa khususnya. Untuk itu upaya pembinaan dan pengembangannya memerlukan semangat pengabdian yang tinggi, keahlian yang memadai, dan adanya kebersamaan yang kondusif diantara semua komponen terkait diantara para pengelola.

Pembelajaran pada progam Baca Tulis al-Qur'an (BTQ) dari segi materi atau muatan pengajaran, pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan materi atau muatan pengajaran baca tulis al-Qur’an pada umumnya. Materi pengajaran pada Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) terbatas pada pemberian bekal dasar pengetahuan tentang cara dan hukum bacaan yang ada di dalam al-Qur’an, menulis ayat-ayat al-Qur’an, menghafal ayat-ayat al-Qur’an, dan pengetahuan keislaman lainnya. Jika pengetahuan dasar tersebut dapat dicapai dalam waktu singkat maka tidak tertutup kemungkinan progam BTQ akan dikembangkan kearah yang lebih lanjut seperti progam kebahasaan terutama progam intensifikasi bahasa Arab. 
Misi

1

Menciptakan lingkungan Qur’ani di kampus IAIIG dan UNUGHA Cilacap.

2

Memberikan wadah pendidikan yang berbasis al-Qur’an kepada seluruh civitas kampus IAIIG dan UNUGHA Cilacap.

3

Memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum, khususnya warga sekitar kampus untuk dapat memperoleh pendidikan agama yang layak, khususnya tentang membaca dan menulis al-Qur’an

4

Menyiapkan terbentuknya generasi mahasiswa Qur’ani yang memiliki komitmen terhadap al-Qur’an sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan rujukan segala urusannya.

Sasaran

1

Mahasiswa IAIIG dan UNUGHA Cilacap.

2

Seluruh civitas kampus, baik karyawan, pegawai dan dosen di kampus IAIIG dan UNUGHA Cilacap.

3

Masyarakat sekitar yang belum mampu baca tulis Al Qur’an.

Target

1

Peserta BTQ mampu membaca Al Qur’an sesuai kaidah tajwid yang benar.

2

Peserta BTQ mampu menghafal Surah pendek, minimal 12 surah.

3

Peserta BTQ mampu Menghafal Bacaan Sholat.

4

Peserta BTQ mampu menghafal doa-doa harian minimal 10 doa.

Strategi Pencapaian

1

Membentuk pengurus pelaksanaan progam Baca Tulis al-Qur’an (BTQ).

2

Melakukan placemen test sebelum pelajaran kelas martikulasi BTQ dimulai agar peserta dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan yang dimiliki.

3

Menyusun agenda kegiatan & jadwal pelaksanaan kegiatan Baca Tulis Al Qur’an.

4

Melakukan sosialisasi di seluruh lingkungan kampus.